Auladuna Bengkulu, “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut
terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar,
tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu” (QS.Ali Imran: 159).
Mendidik adalah tugas utama orang tua. Keduanya-lah yang akan membuat
anak bertumbuh kembang, baik fisik, mental, pengetahuan, bahkan
keimanan.Mendidik dengan Kasih Sayang. Kasih sayang
merupakan komponen dasar yang utama dalam proses pendidikan dan
pembentukan karakter atau akhlak anak. Seorang guru yang memiliki rasa
kasih sayang yang besar akan sangat mencintai profesinya dibandingkan
dengan seorang guru yang lebih berorientasi terhadap uang. Demikian juga
murid yang dididik dengan rasa kasih sayang akan merasa betah dan lebih
cepat mengerti dan memahami pelajaran yang disampaikan kepadanya.
Orang tua yang selalu mendidik anak-anaknya dengan rasa cinta dan
kasih sayang akan membuat suasana belajar dalam rumah tangga menjadi
sangat menyenangkan bagi anak. Anak tidak pernah bosan untuk meyerap
setiap pelajaran yang diberikan.Karena tidak ada cara yang lebih
baik untuk menawan hati anak dan memenangkan kepercayaannya selain dari
mengembangkan rasa cinta dan kasih sayang oleh orang tuanya.
Dengan cinta dan kasih sayang suasana rumah akan menjadi tempat yang sangat menyenangkan bagi anak dan seluruh penghuninya. Sehingga rumah menjadi tempat tinggal dan berkumpulnya seluruh kegembiraan, kedamaian dan kesopanan. Rumah yang dipenuhi dengan sinar cinta dan kasih sayang akan menjadi tempat kejujuran dan segala sifat kebaikan dan kebahagiaan tinggal.
Anak akan belajar mengasihi apabila di rumah kedua orang tuanya hidup
dalam suasana penuh cinta kasih sayang. Dengan pelajaran cinta kasih
yang diterimanya di rumah anak akan menjadi anak yang lembut dan
penurut. Apabila anak dibesarkan dalam suasana rumah yang penuh
dengan kebencian dan kedengkian akan melahirkan watak yang gampang
tersinggung dan cepat marah, hidupnya akan selalu dipenuhi oleh rasa
dendam yang pada akhirnya akan merugikan anak itu sendiri dimasa
dewasanya.
Orang tua yang bijaksana tidak harus memperlihatkan kesusahan hidup
yang dihadapinya pada anaknya karena kesusahan itu merupakan beban yang
mungkin terlalu berat bagi anak dan dengan memperlihatkan kesusahan
hidup kepada anak tidak akan mengurangi beban kesusahan itu sendiri,
tapi malah membawa akibat yang buruk dikemudian hari pada anak. Anak
akan tumbuh menjadi manusia yang tidak memilki kepercayaan diri yang
cukup dalam menghadapi kehidupannya sendiri di masa dewasanya.
Tidak sedikit orang tua yang salah menerapkan rasa cinta dan kasih
sayang dalam keluarganya. Tatapan mata penuh cinta kasih, belaian dan
perbuatan serta obrolan dirumah memang perlu dan mutlak dilakukan, tapi kebanyakan orang tua lupa bahwa cinta dan kasih sayang tersebut membutuhkan penegasan dan kepastian yang tegas. Rasa
cinta dan kasih sayang itu harus diucapkan dengan kata-kata yang
mendidik, sehingga anak mengerti dan memahami bahwa dirinya adalah
bagian dari keluarganya. Anak akan memahami dan menyadari bahwa dia juga
mempunyai hak dan kewajiban serta tanggungjawab dalam keluarga, sama
seperti anggota keluarga lainnya.
Jangan biarkan anak hidup dan terombang ambing dengan perasaannya sendiri tentang posisinya dalam keluarga. Penegasan bahwa dirinya adalah bagian dari keluarga itu akan menumbuhkan kesadaran dan rasa memilki sehingga
anak akan dengan sukarela menjaga dan merawat serta memelihara tatanan
komunikasi yang dipenuhi cinta kasih yang telah dibangun dan dipelihara
orang tuanya.
Seringkali orang tua dibuat pusing oleh sikap anaknya yang cendrung
enggan membereskan dan merapikan kembali mainan setelah dipergunakan.
Apabila kebiasaan tersebut dibiarkan sampai anak menjadi besar dan
dewasa, dia akan cenderung meninggalkan setiap peralatan kerja yang telah dipakainya disembarang tempat sebelum kemudian hilang.
Kebiasaan buruk tidak mau atau enggan membereskan atau merapikan
kembali mainan setelah dipakai, merupakan wujud dari tingkat kesadaran
anak terhadap kepemilikan mainannya. Ketika anak memahami dan menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari keluarga dan
bagian dari kepemilikan setiap benda yang berada dalam rumah tentunya
dengan kesadarannya sebagai anak dia akan turut menjaga dan merawatnya
Orang tua yang kurang bijaksana dalam mengungkapkan rasa cintanya
terhadap anak cendrung akan membereskan dan merapikan sendiri mainan
anak yang berserakan, bahkan sebagiannya lagi disertai dengan omelan dan
gerutuan yang tidak dimengerti oleh anak. Sikap orang tua yang demikian akan menggiring anak untuk bersikap acuh terhadap lingkungannya.
Anak akan kehilangan rasa kepeduliannya terhadap sesama. Dia akan
kehilangan rasa cinta dan kasih sayang dalam dirinya dan tumbuh menjadi
manusia yang egois, keras kepala, sadis dan maunya menang sendiri.
Memberikan pengertian dengan bahasa cinta yang jelas dan beradab akan membuat anak tumbuh menjadi anak yang lembut dan penuh tanggungjawab.Anak
akan mudah memahami lingkungannya dan enak diajak berkomunikasi,
sehinga pada akhirnya setelah dia dewasa kelak dia akan tumbuh menjadi
manusia yang keberadaanya diakui sebagai pemberi dan penebar kasih
sayang yang jadi panutan bagi sesamanya
Cara terbaik mengajarkan cinta dan kasih sayang kepada anak disamping
selalu memenuhi rumah dengan aura cinta dan kasih sayang yang nyaman
adalah denganmemberi kesempatan kepada anak untuk melihat rasa
cinta dan kasih sayang yang manis yang diberikan orang tua mereka
terhadap nenek dan kakek mereka. Dengan cara itu anak akan
terbimbing jiwanya untuk mengikuti rasa cinta dan manisnya kasih sayang
yang diberikan dan diperlihatkan orang tuanya terhadap ibu bapak mereka.
Anak akan terbimbing hatinya untuk memahami bahwa “ sesungguhnya ridha Allah itu terletak pada keridhaan orang tua “ ( Al-Quran )

Posting Komentar